Kamis, 26 Juli 2012

Bahasa Jawa, Arab, Melayu di Palembang

Keraton Kesultanan Palembang berkomunikasi dalam tiga bahasa, yaitu bahasa Jawa, Arab, dan Melayu. Bahasa melayu hidup di kawasan ini jauh sebelum Kesultanan berdiri dan di yakini sebagai bahasa masyarakat asli. Tertulis dengan huruf pallawa, bahasa Melayu di gunakan dalam Prasasti Kedukan Bukit (682 M). Prasasti yang ditemukan ditepi Sungai Tatang, sebelah barat Kota Palembang, pada tahun 1920, menandai berdirinya Kerajaan Sriwijaya.Berbagai temuan...

Rabu, 18 Juli 2012

Arti Lambang Pemerintah Kota Palembang

Bangunan Sirah yaitu rumah Palembang warna asli merah tua coklat dengan pinggiran keemasan berikut 2x (4+5) = 18 tanduk lembaran daun teratai. Di tengah atasan terdapat kembang melati yang belum mekar, berikut simbar yang melambangkan kerukunan kekeluargaan kesejahteraan Kota Palembang di segala zaman.Puncak rebung warna kuning keemasan, melambangkan kemuliaan dan keagungan. Jumlah 8 buah, melambangkan kemuliaan dan keagungan. Jumlah 8 buah, melambangkan...

Kisah Jalan Guru-Guru

Masjid Agung, landmark Kota Palembang, sudah berdiri dua abad lalu dijantung Kota Palembang. Hingga beberapa tahun lalu, kepadatan jantung kota, termasuk disekitar kawasan masjid, sangat terasa. Pemukiman tua melingkari masjid. Rumah-rumah panggung terbuat dari papan, tetapi kokoh dan tetap tegak, meski dimakan usia. Pemukiman itu tumbuh sepanjang usia masjid yang dibangun Sultan Mahmud Badaruddin jayo Wikramo pada tahun 1733 hingga tahun 1748.Kini,...

Senin, 16 Juli 2012

Kerajaan Sriwijaya

SRIWIJAYA adalah kerajaan Melayu kuno di Pulau Sumatera yang banyak berpengaruh di kepulauan Nusantara. Bukti awal mengenai keberadaan kerajaan ini berasal dari abad ke-7; seorang pendeta Tiongkok, I-tsing, menulis bahwa ia mengunjungi Sriwijaya tahun 671 selama 6 bulan. Prasasti pertama mengenai Sriwijaya juga berada pada abad ke-7, Yaitu Prasasti Kedukan Bukit di Palembang, pada tahun 682. Kerajaan ini mulai jatuh pada tahun 1200 dan 1300 karena...